Senin, 22 Oktober 2012

Ngeseks di Bath Tub Terfavorit Pasutri


Tinggalkan rutinitas bercinta di kamar! Sebab, ada banyak sekali lokasi bercinta yang belum pernah Anda coba. Siapa tahu salah satunya menjadi favorit Anda dan suami.

Berikut ini 10 peringkat lokasi bercinta favorit, silakan di baca :

Di dalam ruangan mencuci: 29 persen
Ingin mencobanya ? Saat bercinta disarankan istri duduk di atas mesin cuci, sementara suami berdiri menghadap istri. Ketika mesin cuci bergerak, bergeraklah bebas bersama suami.

Di ranjang orangtua: 34 persen
Campur aduknya perasaan takut ketahuan dan horny yang tak tertahankan,pantas saja lokasi ini masuk dalam daftar favorit. Minta suami membisikkan kata-kata seperti, “Who's your daddy?” dijamin orgasme istri tidak akan terlalu lama.

Di dalam tenda: 37 persen
Sementara Anda jauh dari keramaian, menikmati alam bebas sambil bercinta di dalam tenda sudah pasti mengasyikan. Saran variasi yang dilakukan, posisi menyendok.

Di taman: 42 persen
Minta suami duduk di ayunan, sementara Anda berpangku di atas paha suami. Setiap ayunan, rapatkan pinggul Anda berdua dan nikmati pengalaman bercinta yang tak terlupakan.
Di atas meja dapur: 48 persen
Ingin mencobanya ? Gunakan spatula dan pukul-pukulkan di bokong suami untuk aktivitas bercinta yang ekstrapanas.
Di dalam hutan: 49 persen
Ingin mencobanya ? Sebelumnya, hati-hati terhadap tanaman beracun dan serangga. Untuk menghindari serangga, semprotkan tubuh Anda dan suami dengan semprotan antiserangga -tapi hindari menyemprot leher, payudara atau bagian intim – bagian yang kemungkinan akan dikecup maupun dijilati suami.

Kolam renang privat: 54 persen 
Sayangnya, air dapat mengeringkan pelumas alami Anda. Disarankan untuk menggunakan pelumas anti air sebelum bercinta.

Di kamar anak: 65 persen
Agar tidak membangunkan anak, pastikan Anda dan suami tidak mengeluarkan suara terlalu keras. Variasi bercinta pelan dan tanpa suara ini justru akan membangkitkan efek yang benar-benar menggelitik. Disarankan untuk memilih variasi woman on top.

Di dalam mobil: 80 persen
Banyak pasangan suami istri yang mengasumsikan tempat duduk belakang sebagai lokasi yang tepat untuk bercinta, namun tidak cukup ruang untuk kaki. Lebih baik pilih tempat duduk penumpang di sebelah supir dan lakukan variasi berpangkuan.

Bath tub atau shower: 82 persen
Secara bergantian saling menyabuni tubuh pasangan dan rangsang setiap bagian intim tubuhnya. Ambil anduk yang telah direndam di dalam air hangat dan bungkus tubuh Anda berdua –untuk membuat tubuh tetap nyaman selama aktivitas bercinta berlangsung.

Seks Suami-Istri JIKA BEDA USIA JADI KENDALA


Meski tidak mutlak, beda usia bisa menjadi batu sandungan dalam keharmonisan hubungan seks suami-istri. Meski terdengar klise, tetapi komunikasi dan saling memahami jadi kunci pencegahannya.
Pernahkah Anda melihat pasangan suami-istri yang sangat jauh jarak usianya? Misalnya, suami sudah kepala enam, sementara istri masih muda belia. Atau sebaliknya, istri sudah lanjut, suami masih gagah-perkasa. Bagaimana kehidupan seksual mereka?
Umumnya, usia suami (usia kalender) memang lebih tua dibandingkan usia istri. “Perempuan, secara psikis atau kematangan pribadi, memang lebih cepat tua dibanding laki-laki. Begitu memasuki usia dewasa, mereka akan lebih matang 5 tahun dibandingkan pria. Nah, agar tingkat kedewasaan seimbang, maka idealnya usia suami memang lebih tua,” saran dr. H. Bambang Sukamto, DMSH.

Lebih lanjut, konsultan seks dari klinik On Clinic Indonesia ini menjelaskan, “Ada rumus, pada saat menikah, idealnya usia wanita separuh umur pria ditambah 7.” Misalnya, jika suami berusia 30 tahun, maka idealnya sang istri berusia setengah usia suami ditambah 7. “Jadi, sekitar 22-23 tahun.” Tapi,  tentu saja, rumus ini tidak mutlak, dan hanya sebagai pegangan. “Ada juga, kok, pria yang lebih cepat dewasa, atau perempuan yang masih belum dewasa juga meski usianya sudah cukup. Yang harus dilihat sebetulnya tingkat kedewasaan, bukan usia. Banyak juga pasangan suami-istri yang tetap harmonis meski usianya terpaut jauh.”

Dari segi fisik dan psikis, perbedaan usia yang sangat jauh memang bisa menimbulkan masalah. Misalnya, jika usia suami sudah lanjut, sementara istri masih muda dan masih di puncak gairah. “Suami sudah mengalami kemunduran fungsi seksual dan tidak bisa memuaskan istri. Ini bisa berakibat buruk, dari konflik biasa, perselingkuhan, sampai perceraian,” jelas Bambang.
Begitupun jika istri jauh lebih tua. “Gairah sudah menurun, bahkan sudah hilang pada masa menopause, sementara suami sedang hot-hot-nya. Ini tentu akan menjadi masalah dan bisa membuat hubungan tidak harmonis, kecuali ada toleransi yang tinggi dari suami/istri yang jauh lebih muda.” Bedanya, lanjut Bambang, perempuan kini sudah lebih berani menuntut haknya, termasuk dalam hal kenikmatan seksual. “Akhirnya, yang terjadi bisa istri selingkuh atau bercerai, karena ia tidak memperolehnya dari suaminya,” tambah Bambang.

PIKIRKAN DULU
Meski tidak bisa dipukul rata, faktor usia, termasuk perbedaan usia, memang perlu dipertimbangkan masak-masak sebelum menikah. Pria dipengaruhi oleh hormon testosteron (androgen), termasuk gairah seksualnya. Misalnya, pada usia akil balig dan dewasa (di usia 17-25 tahun), gairah pria sedang berada pada puncaknya, karena produksi hormon testosteron juga masih pada puncaknya. Secara perlahan, seiring bertambahnya usia, produksi hormon ini akan menurun, lalu stabil sampai usia 40 tahun. “Penurunannya begitu lambat, sehingga baru akan mencapai titik nol pada saat seorang pria berusia sekitar 90 tahun. Ini yang membuat sepertinya gairah pria tidak pernah padam,” jelas Bambang.

Berbeda dengan perempuan, yang dipengaruhi oleh hormon estrogen, yang antara lain mengatur siklus haid dan juga gairah seksual. “Pada perempuan, hormon ini akan menurun dengan tajam dan akan mencapai titik nol pada usia 50-an saat mereka mengalami masa menopause atau mati haid. Jadi, penurunannya jauh lebih drastis,” kata Bambang.

Secara psikis dan fisik, ini tentu akan memengaruhi kemampuan seksual seseorang. Padahal, menurut Bambang, faktor seks cukup besar pengaruhnya terhadap keharmonisan suami-istri. “Hubungan seks yang positif tentu akan berpengaruh juga terhadap keharmonisan rumahtangga. Belum ada penelitian, tapi pengaruhnya bisa mencapai 30 persen,” tambahnya. Selain mendapatkan kepuasan/kenikmatan, seks yang baik juga akan semakin meningkatkan rasa saling memiliki dan saling mencintai dari pasangan suami-istri.

Ini berbeda dengan urusan ekonomi atau masalah anak, misalnya. “Suami atau istri masih bisa mengajak orang lain (orang ketiga) untuk berdiskusi atau curhat. Sementara untuk urusan seks, biasanya mereka enggan curhat ke orang lain dan cenderung menutup-nutupi. Suami tidak akan mau mengakui dirinya sudah ‘loyo’ di depan orang lain.”

BANTUAN TERAPI 
Lantas, bagaimana solusinya? Jika muncul masalah akibat beda usia, maka penyelesaiannya harus menyentuh faktor psikis dan fisik. Misalnya, suami yang usianya jauh lebih tua ketimbang istri dan kemampuan seksnya sudah menurun. “Istri harus mau membantu suami agar bisa memenuhi kebutuhan seksnya, contohnya dengan berobat atau meminum ramuan/obat.” Paling tidak, lanjut Bambang, ini akan membantu meningkatkan kemampuan seks suami. “Tapi jangan berharap kemampuan seks suami bisa kembali seperti usia 30. Yang penting bisa memperbaiki kemampuan seks sampai pada tingkat bisa melaksanakan kewajiban.”

Wanita pun begitu, apalagi kalau sudah masuk masa menopause. “Gairah dan alat-alat reproduksi sudah menurun fungsinya. Contohnya, perlendiran di vagina berkurang, sel selaput lendir mulai menipis, sehingga setiap melakukan hubungan seks selalu muncul rasa nyeri. Ini yang sebetulnya membuat perempuan tidak bisa lagi mendapatkan kenikmatan seksual. Akibatnya, mereka seringkali menolak (reject) melakukan hubungan seksual, dengan berbagai alasan,” jelas Bambang.
Dalam batas-batas tertentu, ini masih bisa diperbaiki. Misalnya, untuk memperbaiki fungsi hormon estrogen yang hilang, bisa dilakukan terapi sulih hormon. Kondisi fisik diupayakan akan kembali seperti sebelum menopause. “Tentu tidak bisa sama persis. Cukup sebatas mengembalikan fungsi seksual.

Misalnya, yang kurang berlendir jadi berlendir, yang menipis bisa sedikit menebal,” lanjut Bambang.
Selain terapi sulih hormon, penggunaan obat-obatan yang sifatnya lokal, seperti vaginal cream/gel, sebelum melakukan hubungan seks juga bisa dipakai. “Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan dosis yang tepat dan durasi (berapa lama) obat atau terapi tersebut dipakai.”
Selain faktor fisik, faktor psikis juga harus diperhatikan. “Penanganannya harus sinkron, meski terkadang titik beratnya pada satu masalah saja,” terang Bambang. Contohnya, suami yang berusia lanjut atau punya penyakit tertentu, yang memengaruhi kemampuan seksualnya. “Yang harus diatasi dan yang utama memang gangguan fisiknya, tapi faktor psikis juga tidak boleh dikesampingkan. Karena faktor psikis ini bisa makin memperburuk kondisinya.

Itu sebabnya, jasa psikolog, psikiater, atau konsultan perkawinan dibutuhkan. Masalah keluarga akibat persoalan ekonomi, misalnya suami berpenghasilan jauh di bawah istri, atau masalah mendidik anak, seringkali mudah diungkap di depan orang lain/konsultan. “Tapi tidak demikian halnya dengan masalah seks. Seorang pria pasti akan susah mengakui bahwa ia sudah tidak berdaya dalam hal seks.”
SALING MENYADARI Perbedaan usia memang sering dan bisa menimbulkan masalah, karena adanya perbedaan kondisi fisik dan psikis. “Tapi, sepanjang kedua pihak bisa berkomunikasi dan saling mengerti, ini bisa diatasi atau disiasati, kok. Kedua pihak juga harus punya niat membahagiakan atau memberikan sesuatu kepada orang yang mereka cintai. Kalau ini dasarnya, apa pun masalah yang ada, seharusnya bisa diatasi,” ujar Bambang.

Prisip pernikahan, menurut Bambang, adalah saling memberi, bukan menuntut. “Begitu dirasakan ada masalah, sebaiknya segera berkomunikasi dan cari jalan keluar. Jangan malah saling menyalahkan atau tidak mau tahu.” Sebaiknya, pasangan yang menikah dengan usia terpaut jauh sejak awal pernikahan juga sudah menyadari risikonya. “Jadi, begitu muncul kendala, misalnya suami merasa istri sudah tidak bergairah atau istri merasa suami sudah loyo, mereka bisa cepat mencari bantuan. Entah ke dokter, psikolog, atau konsultan perkawinan. Yang jelas, jangan saling menyalahkan, karena hanya akan makin menambah beban pasangan.”

JENUH BIKIN KERUH
 Bagaimana jika persoalannya adalah jenuh pada pasangan?      “Jenuh itu biasa dan memang salah satu pemicu konflik suami-istri. Ngakunya jenuh, tak lagi bergairah pada pasangan, tapi kalau pada orang lain masih bergairah,” jelas Bambang. “Itu tandanya secara fungsi, organ-organ reproduksi masih baik.

Bambang mengibaratkan orang yang setiap hari makan daging ayam. “Pasti akan bosan juga, kan.” Untuk menyiasatinya, saran Bambang, adalah dengan melakukan variasi hubungan intim. “Variasi waktu, gaya, tempat, posisi, dan sebagainya.” Misalnya, sesekali pilih tempat romantis, atau berganti posisi hubungan intim. “Bisa juga mengganti waktu hubungan intim, jangan hanya malam hari  melulu.”

Jadi, lanjutnya, “Ibarat makan daging ayam, harus dibuat variasi masakan. Hari ini opor, besok sate, dan seterusnya,” lanjut Bambang. Yang jelas, “Ini harus dikomunikasikan. Jangan membuat variasi tanpa mengajak pasangan komunikasi, misalnya. Bisa-bisa pasangan malah bertanya-tanya dan curiga.”

Jika Suami/Istri Berbeda Usia Terpaut Jauh


MEMANG tidak ada ketentuan yang pasti berapa tahun perbedaan usia antara suami- istri agar tidak terjadi kesenjangan. Masalahnya, faktor tersebut tidak semudah disamaratakan oleh dan bagi setiap orang dalam pengaruhnya terhadap fungsi tubuh.Walaupun memang terdapat perubahan yang bersifat umum, yang terjadi akibat bertambahnya usia. Maka mungkin terjadi seseorang yang lebih muda ternyata mengalami penurunan fungsi tubuh yang lebih buruk dibandingkan orang yang usianya lebih tua.
Demikian juga dengan penampilan keseharian. Mungkin saja orang yang lebih tua penampilannya lebih baik dari yang muda, sehingga terkesan usianya masih muda.
Minat, kehidupan sosial, kematangan jiwa dan kehidupan seksual juga merupakan salah satu faktor kesenjangan akibat perbedaan usia yang cukup jauh ini. Kemunduran fungsi seksual seiring dengan bertambahnya usia, salah satu contohnya. Apalagi bila disertai penyakit atau kelainan yang akan memperburuk situasi dan fungsi seksual.
Kemunduran fungsi seksual yang terjadi dengan bertambahnya usia, baik pada pria maupun wanita merupakan penyebab terjadinya kesenjangan dalam kehidupan seksual suami-istri, yang mempunyai perbedaan usia terlampau jauh.
Apalagi bila masalah ini terbentur dengan keadaan dan usia istri yang terpaut jauh. Pada umumnya, istri merasakan suatu beban mental yang cukup berat karena menyadari bahwa secara fisik dirinya tidak menarik lagi, paling tidak, bila dibandingkan dengan wanita lain yang lebih muda. Beban inilah yang dapat berakibat buruk bagi fungsi seksualnya.
Bagi suami yang jauh lebih muda, menurunnya daya tarik fisik istri akibat usia yang jauh lebih tua, tentu dapat mengganggu fungsi seksualnya. Karena daya tarik fisik wanita merupakan salah satu faktor penting yang dapat memberikan rangsangan seksual bagi pria. Bila daya tarik ini hilang atau berkurang, maka reaksi seksual yang muncul pun akan semakin buruk dan lama kelamaan akan memudar. Maka fungsi seksual suami pun akan menjadi tidak baik pula.
Ketika memasuki masa menopause, maka kesuburan wanita akan berhenti sama sekali. Hal ini ditandai dengan berhentinya menstruasi. Kalau sudah begini, setiap wanita pasti akan merasa kalau dirinya sudah tua. Padahal perasaan psikis seperti ini akan merugikan, apalagi kalau wanita tersebut merasakan kehidupan seksualnya yang kian lama kian padam. Padahal menopause bukan berarti padamnya kehidupan seksual seorang wanita.
Pada masa menopause, kadar hormon estrogen dan progesteron menurun, dan dapat menimbulkan berbagai akibat, ini terbukti dari sekitar 30% wanita yang merasakannya. Gejalanya adalah, tubuh bagian atas terasa panas disertai warna kemerahan pada kulit, berkeringat dan pusing. Rasa ini akan mengganggu pada malam hari, sehingga dapat menimbulkan gangguan tidur. Namun, biasanya rasa panas ini berlangsung selama beberapa tahun dan akan hilang dengan sendirinya.
Akibat yang ditimbulkan dengan rendahnya kadar estrogen tersebut adalah terjadinya perubahan pada genital wanita, payudara dan kulit yang cenderung mengerut. Vagina mengerut karena lapisan epitel menjadi menipis, dan jaringannya kehilangan elastisitas. Pelendiran yang banyak pada masa subur juga akan semakin berkurang pada masa menopause ini. Berarti bila terangsang kala melakukan hubungan seksual, wanita akan merasakan sedikit pedih atau nyeri pada vagina mereka.
Namun, menopause bukan berarti lenyapnya gairah seksual wanita, dan tidak berarti kemampuan orgasme-nya lenyap juga, tidak sama sekali! Karena bila segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas seksual yang dilakukan dengan suami pada masa suburnya berjalan dengan baik, maka tidak mungkin tubuh wanita mengalami penurunan secara drastis, apalagi sampai kehilangan gairah seksualnya. Mereka tetap mampu mencapai orgasme.
Yang terjadi hanyalah perubahan-perubahan dalam siklus reaksi seksual bila dibandingkan wanita berusia muda. Akibat perubahan pada genital, dan juga perubahan pelendiran pada vagina, maka hubungan seksual akan sering menimbulkan rasa nyeri bahkan perih dan sakit. Tetapi dengan bantuan alat pelumas yang baik, maka hubungan suami-istri pun akan berjalan lancar meskipun pada masa menopause.
Nah, untuk itu dibutuhkan pengertian yang mendalam mengenai masalah ini. Terutama pengertian pada wanitanya sendiri. Sebelum merambat ke hal buruk lainnya, maka cegahlah kesenjangan seksual akibat perbedaan usia ini. Tetapi, bila disadari sejak awal, tentu akan lebih baik lagi bila tidak mengambil pilihan beda usia yang terlampau jauh.

Penghambat Datangnya Jodoh Untuk Laki-laik Jodoh



Sering kali orang yang secara fisik terlihat menarik, berasal dari keluarga baik-baik, berpendidikan tinggi, dan memiliki pekerjaan yang bagus, tetapi menghadapi kesulitan untuk mendapatkan jodoh idaman. Tidak heran, banyak orang menjadi bingung dan bertanya-tanya, apakah ada yang salah? Mengapa orang tanpa cela seperti itu tak kunjung bertemu jodoh, padahal usinya terus bertambah?
Perihal jodoh memang tidak mudah dipahami. Akan tetapi, jika kamu seorang laki-laki yang memiliki syarat untuk membuat wanita jatuh cinta dan sejauh ini belum juga berhasil menemukan tambatan hati kamu, sebaiknya kamu melakukan evaluasi diri. Barangkali tanpa kamu sadari di dalam dirimu ada hal-hal yang tidak disukai kaum Hawa. Dengan demikian, usaha kamu untuk mendapatkan jodoh idaman belum membuahkan hasil. Berikut ini adalah hal-hal yang tidak disukai wanita dari seorang pria.

1. Tidak percaya diri
 Laki-laki yang tidak percaya diri akan terlihat lemah, tidak tegas, dan tidak menarik di mata wanita. Para wanita merasa bahwa laki-laki yang tidak percaya diri dan tidak tegas tidak akan mampu menjadi pemimpin dalam keluarga yang bisa melindungi dan mengayomi.

2. Kasar, keras kepala, dan mau menang sendiri
 Tidak ada seorang pun wanita yang menyukai lelaki yang berperangai kasar, baik tutur kata maupun tindakannya. Wanita ingin dilindungi dan dikasihi, bukan diperlakukan dengan semena-mena. Sifat keras kepala, selalu memaksakan kehendak, tidak bisa menjadi pendengar yang baik, dan selalu ingin menang sendiri juga merupakan sifat-sifat laki-laki yang tidak disukai wanita

3. Sombong
 Harta, ketampanan, atau jabatan kerap membuat seorang laki-laki menjadi sombong dan tidak menghargai orang lain. Wanita ingin dihargai oleh laki-laki. Wanita sangat tidak menyukai laki-laki sombong. Laki-laki yang rendah hati dan menghargai wanita, itulah yang dicari para wanita untuk dijadikan pasangan hidup.

4. Tidak memiliki selera humor yang baik
 Laki-laki yang terlalu serius, kaku, dan keras bukanlah tipe yang dicari kebanyakan wanita. Wanita sangat menyukai laki-laki yang humoris, yang dapat menjali komunikasi dengan baik, santai, dan menyenangkan.

5. Tidak memperhatikan penampilan
 Penampilan yang dekil, acak-acakan, atau tidak serasi pasti membuat orang yang melihat merasa tidak nyaman. Begitupun para wanita. Mereka tidak suka melihat laki-laki yang penampilannya tidak enak dilihat.

6. Suka berbohong
 Kejujuran adalah nilai yang sangat penting dalam seluruh aspek kehidupan. Semua orang lebih menyukai kejujuran yang pahit ketimbang kebohongan yang manis. Wanita tidak akan pernah tertarik dengan pria yang memiliki kebiasaan mudah berbohong, meskipun tujuan dari kebohongan tersebut tidak selalu jelek.
Jika ada sifat-sifat yang tidak disukai wanita yang ada pada diri kamu, sebaiknya kamu berusaha untuk mengubahnya. Dengan demikian, kamu akan menjadi pribadi yang menyenangkan dan disukai banyak orang, termasuk oleh para wanita. Hingga harapan kamu untuk mendapatkan jodoh idaman dapat segera terwujud.

7 Hal Yang Harus Dipahami Saat Anda Menikah Dengan Beda Usia Jauh


Memiliki pasangan yang lebih muda atau tua mungkin sudah menjadi hal yang biasa terjadi saat ini. Tak bisa dihindarkan juga banyaknya anggapan bahwa usia lebih tua atau lebih muda seorang pasangan dipicu karena hanya faktor fisik atau kedudukan semata. Menanggapi masalah tersebut, ada baiknya kalau kita mempunyai pemahaman jelas tentang alasan ketertarikan itu dan apakah hal itu mendukung hubungan jangka panjang ataukah sekedar sebuah cara untuk menyangga ego orang yang bersangkutan itu sendiri.


1. Sadar Perbedaan Usia Bukan Masalah

Sebagai pasangan dengan usia yang jauh berbeda dan Anda mempunyai cinta yang dalam dan abadi kepada satu sama lain, sangatlah penting untuk memikirkan kapan perbedaan usia akan sungguh-sungguh mulai menciptakan masalah.

Misalnya saja, ketika menikah Anda berusia dua puluh tahun dan suami Anda empat puluh lima tahun, atau justru sebaliknya. Dua puluh tahun kemudian, Anda akan berusia empat puluh tahun dan pasangan Anda berumur enam puluh lima tahun. Kecuali Anda berharap menemukan rahasia ramuan kuno, sehingga Anda bisa tetap awet muda, hal ini bisa menjadi masalah serius dalam perkawinan Anda kelak.

2. Pria Lebih Tua Masih Mampu Memberi Keturunan

Ingatlah juga bahwa laki-laki dalam usia enam puluhan masih mampu untuk mempunyai keturunan, sementara perempuan pada usia itu barangkali tidak mampu untuk mengandung. Hal ini perlu menjadi pertimbangan jika anak adalah persoalan penting dalam rumah tangga Anda.


3. Siap Dengan Pandangan Orang Lain

Anda juga harus siap untuk menerima sikap orang lain yang mungkin memandang Anda aneh atau barangkali dianggap sedikit tidak bermoral. Anda mungkin tidak menilai pasangan semata-mata dari usia mereka, tetapi barangkali pikiran orang lain tidak terbuka seperti anda. Apakah Anda akan terganggu jika orang lain menilai Anda seperti itu?

Apakah Anda mampu menghadapi kenyataan bahwa teman-teman dan orangtua Anda mungkin tidak akan menyetujui perkawinan anda? Semua itu adalah hal penting untuk dipertimbangkan - sekalipun perbedaan usia seharusnya bukanlah faktor yang menentukan kebahagiaan dalam berumah tangga.

4. Hasrat Menikah Karena Kemapanan

Belakangan ini ada godaan besar bagi sebagian besar pria dan wanita untuk mendapatkan pasangan yang lebih muda. Skenario daya pikat pria lebih tua dan wanita lebih muda bisa jadi terletak dalam hasrat si wanita untuk menikah dengan pria yang punya kedudukan dan kaya.


5. Kebanggaan Memiliki Pasangan Muda dan Cantik

Bagi pria, ketertarikan itu pasti ada hubungannya dengan memiliki seorang wanita muda dan cantik agar semua orang mengaguminya. Kita juga semakin biasa menyaksikan hal yang sebaliknya - pasangan wanita lebih tua dan prianya lebih muda. Dalam kasus ini, ketertarikan si wanita seringkali karena hal itu sangat mungkin bisa membuatnya merasa lebih muda dan bergairah kembali.

6. Komitmen Hubungan Jangka Panjang

Bagi pria yang lebih muda, seringkali ada suatu pesona misterius pada wanita yang lebih tua. Menanggapi masalah tersebut, ada baiknya kalau kita mempunyai pemahaman jelas tentang alasan ketertarikan itu dan apakah hal itu mendukung hubungan jangka panjang ataukah sekedar sebuah cara untuk menyangga ego orang yang bersangkutan itu sendiri.

Dengan mengasumsikan bahwa, sebagai pasangan dengan usia yang jauh berbeda, Anda mempunyai cinta yang dalam dan abadi kepada satu sama lain, sangatlah penting untuk memikirkan kapan perbedaan usia akan sungguh-sungguh mulai menciptakan masalah.

Misalnya saja, ketika menikah Anda berusia dua puluh tahun dan suami Anda empat puluh lima tahun, atau justru sebaliknya. Dua puluh tahun kemudian, Anda akan berusia empat puluh tahun dan pasangan Anda berumur enam puluh lima tahun. Kecuali Anda berharap menemukan rahasia ramuan kuno sehingga Anda bisa tetap awet muda, hal ini bisa menjadi masalah serius dalam perkawinan Anda kelak.

7. Menyadari dan Memahami Cinta Itu Anugerah

Cinta adalah anugerah. Dunia terasa lebih indah dan berwarna, ketika sedang jatuh cinta. Kesepahaman dan cara pandang yang sama, kecocokan satu dengan lain, seringnya bertemu dapat menimbulkan benih-benih cinta.

Berbicara tentang perbedaan usia dalam cinta, setiap orang mempunyai harapan dan cara pandang yang berbeda. Bagi sebagian orang, perbedaan usia dalam cinta, tidaklah menjadi pertimbangan atau masalah di antara mereka yang saling mencintai dan menyayangi. Tetapi terkadang perbedaan usia dapat menjadi penghalang cinta.

Namun, tak peduli berapa pun perbedaan usia Anda, ingatlah selalu bahwa pada akhirnya keputusan untuk menikah haruslah menjadi keputusan Anda bersama pasangan Anda sendiri. Jangan biarkan seorang pun berusaha mempengaruhi Anda, atau memutuskan hal itu untuk Anda.

* * * * * * * * * * * * *

Cerita Nikah Beda Usia

Ketika aku masih berusia remaja, aku mempunyai keinginan mempunyai kekasih yang berusia lebih tua empat tahun. Penyebabnya, aku melihat kakak sepupuku yang menikah dengan seseorang yang usianya terpaut jauh, terlihat begitu serasi dan bahagia serta rumah tangganya harmonis.

Ada tiga orang teman-teman sekelasku saat SMU yang menjalin kasih dengan teman sekelas yang lebih muda akhirnya berlanjut ke jenjang pernikahan. Dari tiga pasang itu, semua cewek berusia lebih tua dari usia cowok, berkisar antara satu dan dua tahun. Usia cewek yang lebih tua, bukanlah masalah, apalagi dengan teman sekelas, meskipun selisih usia beberapa tahun.

Dari silsilah keluarga besarku dari pihak ayah dan ibu, perbedaan usia antara kakek dan nenek adalah sepuluh tahun dan perbedaan usia ayah dan ibu adalah tujuh tahun. Bagi generasi pendahulu, rata-rata usia cowok lebih tua dibandingkan cewek. Konon, kakek dan nenek serta ayah dan ibuku dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Keduanya tidak saling mengenal sebelumnya. Masa perkenalan dan penjajakan cukup singkat dan usia saat menikah pun relatif muda.

Ketika kita hadir dalam sebuah pesta pernikahan, sering kali di antara para undangan, ada pertanyaan yang umum diajukan “Berapa perbedaan usia pengantin pria dan wanita?”. Hal ini terutama, jika mempelai pria terlihat jauh lebih tua atau sebaliknya mempelai wanita terlihat lebih dewasa. Jika pasangan yang menikah sepantaran, apalagi pasangan tersebut satu almamater dan terlihat begitu serasi, biasanya tidak ada pertanyaan.

Jika usia cowok lebih tua dari usia cewek, biasanya tidak menjadi bahan perbincangan, karena dianggap umum, hingga berbeda sepuluh tahun. ketika usia cewek lebih tua sekitar empat tahun saja, biasanya suka menjadi perbincangan, terutama jika wajah cewek terlihat lebih dewasa.

Beberapa waktu yang lalu, kakak sepupuku cowok melangsungkan pernikahan di sebuah hotel berbintang. Perbedaan usianya dengan istrinya sangat jauh yaitu 20 tahun. Istrinya terlihat sangat cantik dalam balutan gaun pengantin putih yang elegan. Rambutnya yang sebahu dibiarkan tergerai dengan mahkota mungil di atas kepalanya. Kakak sepupuku sangat perhatian dan sayang kepada istrinya.

Perbedaan usia sangat besar, membuat kakak sepupuku agak cemburu dan melarang istrinya menggunakan gaun pesta yang sedikit terbuka dan meminta istrinya untuk tidak berhubungan dengan teman-teman cowok masa kuliahnya. Ketika seorang fotografer sempat menyentuh istrinya untuk pengaturan gaya saat foto pre-wedding, kakak sepupuku sempat protes kepada fotografer tersebut.

Aku dan adik-adik dari kakak sepupuku sempat bingung untuk memanggil istrinya. Mau memanggil dengan sebutan kakak, usia kita lebih tua. Hanya memanggil nama, rasanya kurang menghormati kakak sepupu. Kalau dengan sepupu yang lain, perbedaan usia tidak terlalu jauh, biasanya kita cukup memanggil nama biar lebih akrab.

Ada yang mempunyai harapan dan keinginan untuk memiliki kekasih yang usianya berselisih sekian tahun. Dengan berjalannya waktu, kita tidak menemukan orang yang usianya yang sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Apakah kita menolak kehadiran cinta hanya karena perbedaan usia belaka? Kita yang menjalani hubungan cinta. Kita tidak perlu memedulikan ucapan orang lain jika usia kita dan pasangan terpaut jauh, sekalipun usia cewek yang lebih tua beberapa tahun.

Perbedaan usia dalam cinta tergantung dari pandangan masing-masing. Ada cewek yang mendambakan figur kebapakan karena dianggap lebih dewasa sehingga dapat memberikan perlindungan dan kasih sayang. Sementara itu, ada cowok yang usianya lebih muda tetapi menyukai cewek yang dewasa dan mandiri. Tidak ada masalah dan pernikahannya langgeng. Bagi yang menikah dengan teman seperjuangan, teman masa sekolah dan kuliah, umur mereka rata-rata sama. Bahkan, ketika telah menjadi suami istri, mereka masih seperti sahabat, dengan gaya bahasa gue dan elu.

Dalam suatu hubungan percintaan, banyak faktor yang lebih penting dari perbedaan usia. Cinta sejati, kasih sayang, perhatian, kesepahaman dan kecocokan, toleransi serta saling menghargai.

Bila Usia Pasangan Terpaut Jauh


Butuh komunikasi yang lebih intens.

Banyak orang berpikir, bahwa membangun rumahtangga dengan perbedaan usia yang terpaut jauh akan menemui banyak hambatan, karena adanya perbedaan kondisi fisik dan psikis. 

Meski demikian, psikolog, Henni Norita dari Lembaga Psikologi Hikari, mengatakan, perbedaan usia tersebut bukan berarti akan menimbulkan perbedaan pula dalam pemikiran.  

Ini bisa terjadi, karena dalam psikologi, kata Henni, ada istilahcronological age (usia kalender pertumbuhan) yang menilai, bahwa perempuan cenderung memiliki kematangan pribadi lebih cepat daripada lelaki seusianya. 

Bahkan secara psikologis, perempuan cenderung memiliki kedewasaan dua tahun lebih maju dari usia sebenarnya. Jadi, bila ditelisik dari aspek ini, lanjut dia, perkawinan beda usia yang terpaut jauh -- dimana usia istri jauh lebih muda daripada suami -- bukanlah sebuah penghalang, karena perempuan cenderung bisa mengimbangi pasangannnya. 
“Apalagi bila landasan cintanya sangat kuat. Perbedaan seperti apapun bisa diatasi, karena pasangan yang berkomitmen kuat selalu mengedepankan persamaan, tanpa meributkan perbedaan,” imbuhnya kepada Beritasatu.com.

Begitu pula dengan urusan seks. Henni berpendapat, pasangan suami istri (pasutri) yang usianya terpaut sangat jauh, tak terlalu mengalami kendala yang berarti. Ini dikarenakan, kebanyakan lelaki meski usianya sudah lanjut, gairah seksnya tetap tinggi. Jadi, tetap bisa mengimbangi istrinya yang masih bersemangat dalam bercinta. 

Komitmen dan Toleransi Tinggi
 Tak hanya itu, lanjut Henni, saat memutuskan untuk memilih pasangan yang lebih tua, baik lelaki maupun perempuan tentunya telah menyadari dan memahami kemungkinan kendala yang akan dihadapinya kelak. 

“Karenanya, komitmen sejak awal amat dibutuhkan. Begitu pula dengan kesetiaan, rasa saling memahami, percaya, toleransi, serta menerima  kelemahan–kelemahan masing-masing juga harus selalu dijadikan pondasi untuk kelanggengan rumahtangga,” jelas Henni.

Semua itu tentu saja bisa terwujud, bila kedua belah pihak menjalin komunikasi yang terbuka dan berkualitas. Henni menilai, ini sangat diperlukan agar pemahaman dan pengertian terhadap pasangan dapat terjaga dengan baik dalam mengarungi kehidupan rumahtangga yang dinamis. 

Apalagi perkawinan beda usia yang terpaut jauh, kata Henni, rentan mengalami masalah superioritas dari pasangan yang usianya lebih tua. 

Ketika gejala ini timbul, masing-masing pihak harus segera berupaya untuk mendiskusikan segala hal dengan bijak, terbuka dan proaktif dalam menyikapi masalah yang ada.

Kendala lain yang juga biasanya terjadi dalam perkawinan beda usia jauh, kata Henni, adalah rasa sungkan. Perasaan ini harus dihilangkan, karena dapat memengaruhi kualitas keharmonisan hubungan suami-istri. 

“Bagaimana mereka bisa mengekspresikan rasa cinta dan kasih sayangnya secara utuh kalau masih terganjal rasa sungkan. Padahal kemesraaan dan keromantisan yang diekpresikan oleh kedua belah pihak  sangat dibutuhkan untuk menjaga keharmonisan rumahtangga,” urainya panjang lebar. 

Cari Persamaan, Meski Tahap Hidup BerbedaMasalah lain yang juga kerap dialami oleh pasangan yang usianya terpaut jauh (15 – 30 tahun) adalah, masing-masing sedang menjalani tahap hidup yang berbeda.  

Suami, kata Henni,  bisa jadi sedang membuat rencana untuk pensiun, sementara istri sedang berencana meningkatkan karier. 

Tak hanya itu, istri yang usianya masih muda juga pasti menginginkan anak dari hasil perkawinannya, sementara suami yang usianya jauh lebih tua, mungkin tak terlalu ngoyo lagi untuk memiliki anak. Artinya, bila memang dikarunai anak, sang suami akan bahagia, tapi kalaupun toh tak memiliki anak, tak dijadikan masalah. 

“Nah, keinginan-keinginan seperti ini yang harus didiskusikan secara terbuka oleh mereka untuk menyamakan visi. Sehingga tak menjadi masalah di kemudian hari,” imbuh  Henni.

Belum lagi masalah pilihan aktivitas atau minat yang berbeda, juga bisa menjadi masalah bila tak dikomunikasikan dengan baik. Sementara, lanjutnya, tidak semua orang bisa membiarkan pasangannya memiliki sisi kehidupan yang tak ia kenali kondisinya.

Pasangan seperti ini, kata Henni, harus menyiapkan banyak ruang untuk menikmati waktu bersama. “Kedua belah pihak harus mencari minat atau ketertarikan yang sama agar hubungan itu bisa bertumbuh," sambungnya.

Kebersamaan itu sangat penting dilakukan, karena suami yang usianya sudah lanjut akan bersemangat bila ditemani istrinya yang masih muda dan segar. Sementara si istri akan merasa lebih aman dan nyaman saat bersama suami yang bisa melindungi dan mengayominya. 

Kebutuhan-kebutuhan semacam itu harus selalu dikomunikasikan secara terbuka agar masing-masing mengetahui apa yang diinginkan dari pasangannya. Yang jelas, kata Henni, pasangan beda usia jauh memang sangat membutuh komunikasi yang lebih intens, dibandingkan pasangan yang usia tidak terpaut jauh. 

Hal ini tentu saja membutuh usaha keras, toleransi, dan pengertian yang tinggi dari kedua belah pihak.

Menghadapi pasangan yang merajuk


Tips menghadapi pasangan yang merajuk :

1. Menahan harga diri dan gengsi, tidak
 berguna sama sekali, sehingga tidak perlu segan untuk mengajukan tawaran berdamai lebih dahulu. Prinsipnya adalah berlomba-lomba dalam kebaikan.

2. Lupakan sejenak perdebatan tentang siapa yang salah. Ingat mundur selangkah bukan berarti kalah.

3. Lakukan pendekatan dengan taktis dan sabar, karena orang yang sedang merajuk memiliki kecenderungan emosional.

4. Pergunakan jurus-jurus rayuan yang dapat meluluhkan hatinya, bila perlu berikan hadiah dan belaian sayang.

5. Saat si perajuk mulai membuka diri, coba tanyakan apa yang membuatnya marah, namun jangan menginterogasi.

6. Cobalah untuk mengetahui apa yang yang mengusik perasaannya dan pahamilah.

7. Berikan dorongan pada pasangan anda untuk mengungkapkan isi hatinya, katakan anda akan merasa lebih baik jika mengetahui perasaannya.

8. Jadilah pendengar yang baik. Singkirkan dulu keinginan untuk berkomentar, ini saatnya untuk gencatan senjata atau justru mengalah.

9. Berbaikan, adalah akhir dari suatu pertengkaran. Dan pada keduanya akan timbul rasa saling menyayangi, saling memaafkan, saling melupakan, saling mentertawakan kekonyolan yang terjadi dan kembali mesra.