Jumat, 04 Juli 2014

Kitab Asmaragama



RAHASIA ILMU SENI SEX JAWA
Oleh : Pujo Prayitno
Pulau Jawa di Negara Indonesia - Asia Tenggara di antara Benua Australia dan Benua Asia.




1. KATA PENGANTAR

Di dalam Kitab Pangracutan, ada yang memaparkan “Ilmu” yang dinamakan: “Sang Sejati Laki-laki” dan “Sang Sejati Perempuan” yang sebagian isinya terurai di bawah ini.

Yang disebut roh Idlafi adalah roh perempuan, akan tetapi bertempat pada laki-laki.

Sang sejati perempuan itu roh Kudus mulia, akan tetapi bahwa roh laki-laki, sesungguhnya bertempat pada perempuan, Yang Maha Suci pada Jinem, bertempat di dalam Junub, makanya berkuasa menumbuhkan bergerak sendiri-sendiri saling tarik menarik, karena roh perempuan dipakai oleh laki-laki dan roh laki-laki dipakai oleh perempuan. Sehingga mengakibatkan akan saling berusaha menarik rohnya masing-masing, yang pada akhirnya saling bertukar sari, dengan cara bercinta dan kesudahannya berkuasa mengadakan sifat. Itulah sebabnya disebut sanggama, artinya bersatu menyatukan rasa, atau disebut saresmi, artinya bercampurnya sari berbaur yang menimbulkan saling merasa sama puasnya, karena terpengaruh oleh Dzat Tuhan Yang Maha Suci, dan biji yang dihasilkan akan tercetak atas warna ayah bundanya. Sebagaimana rincian berikut :

1.           Yakni dalam kurun waktu 35 hari, di antara laki-laki dan perempuan siapa yang tergerak terlebih dahulu hatinya ingin bersetubuh, jika yang perempuan yang tergerak hatinya terlebih dahulu kepada laki-laki, maka tatkala telah sampai peristiwa menurunkan biji, niscaya akan keluar menjadi biji laki-laki.
2.           Dan jika yang tergerak hatinya terlebih dahulu untuk bersetubuh adalah yang laki-laki, niscaya setelah sampai menurunkan biji, maka akan keluar menjadi biji perempuan. Dengan syarat, keduanya haruslah seimbang. Apabila tidak seimbang dalam hal rasa, meskipun bisa menghasilkan biji, akan tetapi bisa menimbulkan cacat. Sedangkan wujud cacatnya bisa bermacam-macam, di antaranya :

a.        Jika salah satunya ada kesan kecewa atau kurang hasrat untuk bersetubuh, kelak akan memberi kesan kepada perangai sang anak akan mudah kecewa hatinya, kadang-kadang bisa menimbulkan kesengsaraan dan menderita dalam hidupnya bagi sang anak tersebut.
b.        Apabila salah satunya ada yang merasa sedih atau marah dalam hatinya, yang tidak nampak dalam tata lahirnya, maka akan memberi kesan kepada perangai anaknya akan mudah timbul hawa nafsunya, yang bisa mengakibatkan hidupnya menjadi susah dan sengsara.
c.        Jikalau salah satu dari pasangan yang hendak bersetubuh ada rasa kurang pas, maka akan membawa kesan bagi perangai anaknya di kemudian hari. Jika yang merasa kurang pas pihak perempuan maka akan memberi akibat tidak baik kepada anak laki-laki dan sebaliknya bila yang merasa kurang pas pihak laki-laki, maka akan memberi akibat tidak baik terhadap anak perempuan. Kesemuanya itu masuk bilangan tanda pengenal di dalam kurun waktu 35 hari itu wajib di jaga cipta dan rasa perasaan batin dari kedua belah pihak. Oleh karena itu perhitungan umur bayi lahir adalah dengan perhitungan umur setiap 35 hari, yang disebut dalam penanggalan Jawa dengan nama SELAPAN untuk menghitung umur bayi, dan setelah bayi berumur 1 (satu) tahun disebut anak, yang artinya kuat, dan selanjutnya perhitungan umurnya dengan perhitungan tahun.

Bersumber dari pesan wasiat Kanjeng Sunan Kalijaga, tentang hal menjaga olah rasa (lupa dan lengah) atau mensucikan bathin - menjernihkan pikiran; sedapat mungkin  menciptakan ujud yaitu dalam gerak hati  diharuskan dengan rasa timbang terima (ikhlas memberi dan menerima) cipta sasmita dari keduanya sebelum melakukan persetubuhan, serta harus mensucikan badan terlebih dahulu agar supaya baik kejadiannya, atau diharuskan dengan tatacara perilaku yang baik dalam bersetubuh, dan dalam cipta masing-masing keduanya janganlah ada pikiran yang tidak baik agar biji yang akan diturunkan pun baik.

Ada di antaranya, seseorang dalam bersetubuh hanya memikirkan kesenangan dirinya sendiri atau dalam cipta hatinya memikirkan yang tidak-tidak, hal demikian seumpama menjadi biji, maka kelak akan bisa memberi bahaya kepada kedua orang tuanya bahkan bisa memberi bahaya bagi lingkungan bahkan bagi negara.

Sehingga dalam melakukan bersetubuh, sebaiknya diamati dulu dalam kurun waktu sehari seyogyanya atau sebaiknya tidak ada rasa atau kejadian yang tidak mengenakan hati dari keduanya sehingga apabila menjadi biji, akan menjadi biji yang baik, yang akan menjunjung nama kedua orang tuanya, Agama dan Bangsanya.

Dewa Kamajaya dan Dewi Kamaratih


2.  ILMU ASMARA GAMA

Adapun inti atau sari dari Ilmu Asmara Gama ini, adalah satu-satunya teori tenaga pertemuan antara laki-laki dan perempuan, menuju ke arah dua maksud,

PERTAMA ; Menuruti nafsu keinginan kodrat alam semata, sehingga dapat menyatakan atau mengetahui akan ke indahan rahsa (rasa), dan

KEDUA : Memenuhi iradat Tuhan, sehingga dapat menyatakan atau mengetahui akan keluhuran jiwa, yaitu biji manusia. Maka seyogyanya hal ini harus diketahui dan diperhatikan betul-betul oleh para pemuda dan pemudi sebelum dan setelah menikah, karena akan ada banyak sekali bahaya yang akan dapat merusak hidup manusia dari kesalahan yang ditimbulkan oleh akibat kurang sadar dengan angan-angan yang salah terhadap mulianya pertemuan atau seni asmara antara laki-laki dan perempuan yang akibatnya bisa menimbulkan hal negatif terhadap keturunannya yang diakibatkan hanya menuruti hawa nafsu sexnya saja tanpa ingat kepada tujuan yang mulia yaitu akan menurunkan generasi manusia.

Ilmu Asmaragama bisa dikatakan bersifat seni, kesenian alam. Seni di sini mengandung maksud mengikhtiari kodrat (berusaha merubah kodrat). Karena kesenian tidak hanya berbentuk tulisan, gerak atau benda yang sebagaimana yang  telah ada, akan tetapi kesenian berasal dari kodrat sebagaimana uraian selanjutnya.

Kalimat Asmaragama atau asmara dan gama artinya sama saja dengan Asmara = sangat berkehendak, sangat ingin, sangat rindu; Sedangkan Gama sama dengan bersanggama atau bersetubuh melakukan kegiatan sex, yaitu tingkah laku untuk menumbuhkan semangat penarik dan pendorong keluarnya air rahsa yang timbul dari sangat berkehendak tersebut. Air rahsa itu disebut juga mani, yaitu air yang mengandung jiwa berupa biji manusia.

Jadi, Asmaragama berarti meledaknya semangat Roh ke alam nyata, yang ditimbulkan oleh pertemuan antara cipta rasa antara laki-laki dan perempuan, yang tersusun dan dipengaruhi serta  dibatasi oleh kekuasaan kodrat. Rasa di sini adalah suatu daya yang bisa menimbulkan kejadian. Sehingga Cipta rasa perlu diperhatikan baik-baik, karena akan menentukan sifat dari keturunannya kelak, jadi di sini berkenaan erat dengan seni (ikhtiar - usaha). Sebab jika Cipta rasa yang hanya berisi nafsu sex belaka, maka akan berakibat buruk pada keturunan yang akan berpengaruh pada kehidupannya. Maka dari itu, ikhtiar dengan berusaha mengubah kekuatan kodrat nafsu sex dengan ingat akan kejadian biji yang akan di turunkan yang akan menjadi manusia hidup, agar terhindar dari sifat-sifat tidak baik dan berubah menjadi sifat baik dan sempurna.

Asmaragama adalah suatu ilmu umum untuk semua manusia, karena di situ mengandung dua hal yang penting bagi manusia, yaitu kehendak keinginan biasa yang berhubungan dengan kesenangan kenikmatan sex pada bagian sifat kelahiran’ dan juga berkenaan dengan biji keturunan. Hal ini juga berkenaan dengan keluhuran batin manusia demi untuk kebaikan dan kesempurnaan keturunannya. Karena kelahiran manusia yang tidak baik dan jahat akan merusak pergaulan hidup dan malah akan merusak sifat manusia dimana sifat manusia yang seharusnya adalah sebagai makhluk tertinggi derajatnya di alam dunia ini.

Sebagaimana telah dijelaskan, maka sudah jelas bahwa keturunan ada hubungan yang sangat erat dengan tata cara sanggama. Saat itulah yang akan menentukan jadinya titisan biji yang nantinya akan menjadi jahat atau berbudi luhur. Pertanyaan; apakah tidak ada keturunan yang tidak sama sifatnya seperti sifat  dan pikiran ayahnya ketika melakukan sanggama? Jawabnya, ada, akan tetapi kejadian seperti ini adalah suatu kejadian yang amat luar biasa, karena berhubungan erat dengan kodrat Tuhan. Tetapi kita jangan lupa; bahwa kodrat Tuhan adalah kejadian luar biasa, dan di samping kodrat Tuhan, akan menentukan pula Irodat (Usaha -ikhtiar). Jika tidak ada irodat, maka sifat manusia akan sama dengan sifat hewani, dimana manusia akan merosot derajatnya. Sebagaimana keturunan binatang di hutan, bagaimana sifat, wujud dan tabiatnya. Sedangkan bagi manusia, yang menyalahi asal mula keturunan karena tidak seperti tabiat orang tuanya hanya ada seperseribu persen hal itu akan terjadi.

Contoh nyata dari hal tersebut adalah cerita tentang kelahiran Nabi Musa As. Dimana proses kejadiannya tidak sesuai dengan teori yang telah dijelaskan. Karena kejadian tersebut murni atas dasar Kodrat Tuhan.

Sifat tabiat atas dasar pendidikan atau tuntunan dalam olah asmara agar keturunannya mempunyai sifat dan tabiat yang baik, para ahli telah memberi pedoman bahwa kita harus tau sifat dan tabiat yang baik sesuai aturan yang telah digariskan dalam hukum Tuhan, Hukum Negara, Hukum Alam dan Hukum Masyarakat, dan kita harus ingat bahwa dalam melakukan sanggama (sex) akan berpengaruh pada sifat dan tabiat dari anak yang akan dilahirkannya kelak.

Contoh sekedar dari cipta  yang salah atas kodrat dan kehendak yang berisi nafsu sex belaka adalah dari cerita Begawan Wisrawa dalam kisah wayang, ketika melakukan senggama dengan Dwi Sukesi, karena terdorong nafsu sex belaka, maka ketika melahirkan putera, puteranya bersifat Raksasa yaitu Rahwana yang bersifat angkara murka, karena cipta yang dikuasai nafsu yang menyalahi hukum alam, dan putera selanjutnya adalah Sang Kumbakarna dan Dewi Sarpakenaka yang keduanya masih bersifat raksasa. Kemudian barulah sadar Begawan Wisrawa, bahwa dalam olah asmara tidak hanya diliputi dan dikuasai oleh nafsu sex belaka, akan tetapi atas dasar daya cipta yang mulia, maka buah hasilnya yang terakhir jadilah lahir putera yang bersifat Satria, gagah dan bijaksana, yaitu Sang Gunawan Wibisana.

Ada contoh lagi menurut catatan yang dikutip dari catatan ilmu nujum dan perbintangan, bahwa di Ingris pada tahun 1703, terlahir dari keluarga ahli hukum, dan dari keturunannya menurunkan :
Sarjana ahli hukum       15% dari 881 orang keturunannya.
Sarjana pandai              35% dari 881 orang keturunannya.
Prajurit                              9% dari 881 orang keturunannya.

Pada tahun 1720, terlahir dari seorang penjahat besar, dan dari keturunannya menurunkan :
Penjahat                         30% dari 1257 orang keturunannya.
Pencuri                             5% dari 1257 orang keturunannya.
Pembunuh                     0,6% dari 1257 orang keturunannya.

Dari contoh tersebut, bisa dijadikan pelajaran, bahwa ketika melakukan asmaragama seperti yang dilakukan oleh Begawan Wisrawa, Ahli Hukum dan Penjahat, tidaklah memperhatikan Irodat (seni) asmara, maka hanya kodratnya saja yang mengalir sehingga terjadi hal demikian itu.

Dalam ilmu Asmaragama terdapat beberapa macam seni yang bisa mendorong semangat bercinta, serta memperoleh hasil keturunan yang sempurna. Kesenian yang demikian adalah pokok dari seni di dalam semua kesenian yang ada di dunia ini, bagi orang yang benar-benar mendalami seni dibanding segala jenis seni yang ada dalam seni hidup di dunia ini, demi untuk membina indahnya dalam membina keluarga yang indah dan bahagia.

Sesungguhnya di jaman sekarang, masih banyak orang yang tidak sadar akan indahnya seni dari seni tersebut. Manusia jaman lampau menganggap bahwa kesenian adalah sebagai alat permainan saja. Maka tidak mengherankan bahwa Ilmu Asmaragama itu dianggap sebagai ilmu untuk bersenang-senang semata. Padahal sebetulnya, Ilmu Asmaragama itu adalah suatu kesenian manusia yang paling tinggi dan terbesar pengaruhnya terhadap susunan masyarakat di dunia ini. Karena segala kesenian yang nampak di dunia ini, hanya sebagian saja dari meledaknya keindahan alam semata-mata, sedangkan sumber kenikmatan rasa keindahan, masih tersimpan di dalam Surga.

Itulah pokok rasa keindahan yang digambarkan dalam Ilmu Asmaragama, tetapi yang bisa menyerap Ilmu Asmaragama ini hanya manusia yang  mendapat rahmat  Tuhan, sebagaimana halnya yang digambarkan dalam kisah Harjuna yang memang sakti dan telah diwejang (diberi ilmu) oleh Hyang Indra dalam merasakan kenikmatan di alam Surga yang indah, yang rasa nikmat keindahannya dibanding rasa nikmat keindahan di dunia satu di banding sepuluh ribu jika di banding nikmat keindahan di alam Surga yang abadi.

Jenis-jenis Ilmu Asmaragama, dibagi beberapa tahapan, yaitu :

2.1. ASMARA  SABDA

Seluruh kehendak manusia yang harus dinyatakan kepada lawan jenisnya, supaya kehendak keinginannya itu dapat sempurna, maka orang harus berlaku dengan cara menyusun kata-kata (Sabda), atau perkataan menjelaskan, untuk menggambarkan sebagaimana sifat dan bentuknya barang yang dikehendakinya itu. Begitu juga dalam berkehendak antara laki-laki dan perempuan, manusia harus bisa menyusun kata-kata indah yang ditujukan kepada lawan jenisnya. Dalam bahasa sekarang, disebut rayuan dan sanjungan yang indah.

Ketahuilah “Asmarasabda Kuna” yang dilakukan oleh para Raja dan Satria di jaman itu disebut bercumbu-cumbuan dalam bahasa Jawa disebut “Ngungrum” dengan kata-kata, lagu yang sangat indah, merdu merayu hingga bisa melambungkan rasa dan mabuk kepayang dan melayang-layang rasanya bagi yang terkena rayuan tersebut.

2.2. ASMARA  TURIDA

Sesungguhnya Asmaraturida, adalah suatu Ilmu untuk menghindarkan penolakan oleh pihak wanita, sehingga pemuda yang menginginkan wanita dapat berhasil atas cita-citanya.

Asmaraturida (Hasrat yang menyala) adalah suatu perasaan rindu yang apabila perasaan ini menyerang manusia akan bisa menimbulkan rasa yang sangat menyedihkan bagi penderitanya.

Barangsiapa yang mengalami peristiwa tersebut, tentu akan merasa menderita. Padahal sebenarnya, seseorang yang sedang menderita perasaan rindu tersebut, adalah suatu rasa perasaan yang terjadi dengan sendirinya, yang terbentuk dari terpusatnya tenaga dari : Budi, kehendak, cipta dan pikiran, yang kesemuanya itu bersatu bekerja sama untuk memperoleh sesuatu yang dikehendakinya, maka rasa rindu atau keinginan yang kuat itu adalah tenaga rasa yang teristimewa yang mudah sekali membangkitkan “Tekad Manusia” , untuk memperoleh yang di idam-idamkannya (di inginkannya). Oleh karena kekuatan lahir dan batin itu terletak dalam perasaan rindu dari keinginan yang kuat maka di saat itu manusia akan mencurahkan tenaga sehebat-hebatnya untuk memperoleh yang diinginkannya itu.

Sehingga dengan demikian Asmaraturida, manusia baru bertindak atas dorongan batin, atau atas dasar “Tenaga Cipta” seperti tersebut di bawah ini :

2.3. ASMARACIPTA

Syarat yang pertama untuk menjalankan Asmaracipta, bagi seorang pemuda yang jatuh cinta (rindu) adalah dengan jalan tidak bertemu dengan wanita pujaanya selama 3 hari 3 malam bagi wanita atau laki-laki yang berkulit putih dan kuning, 7 hari dan 7 malam bagi yang berkulit merah atau sawo matang, 7 hari sampai dengan 40 hari/malam bagi yang berkulit hitam. Agar diusahakan nafsu yang berkobar tidak membakar cipta, dan cipta tidak dikuasai nafsu hingga cipta dapat menghela dan menuntun nafsu.

Setelah itu, pada waktu sore hingga tengah malam sekitar jam 12 malam tidak boleh tidur, kemudian duduklah di tengah-tengah halaman dengan konsentrasi mengheningkan cipta (Samadi), yaitu dengan cara kedua tangan bersedakep atau disilangkan di dada, badan bersandar di bawah pohon atau tempat duduk yang telah disediakan, lalu menutup tenaga pancaindra, yaitu tidak mendengarkan suara, tidak melihat apa-apa, tidak membau, merasa dan tidak berbicara, paling sedikit selama 5 menit, dan disaat itu hanya memandang keluar masuknya nafas saja.

Berusaha menguasai pancaindra (lima indra) sampai tenang tidak bertenaga, seolah-olah perasaan setengah tidur, sehingga keluar masuknya nafas teratur dan pendek (sesak). Gerak hati juga demikian, dibuat berhenti juga, yaitu diusahakan kehendak (cita-cita), karsa (kemauan), cipta (budi) pikiran, rasa (menimbang-nimbang) jangan sampai bertenaga apa-apa sampai setenang mungkin. Tapi ingat, jangan sampai tertidur.

Untuk lebih jelasnya, di dalam pemandangan nafas, badan wadag (tubuh) badan Indra dan badan batin tersebut, tiga-tiganya berhenti bersama-sama. Sekarang yang tinggal hanya pemandangan nafas, harus segera dipindahkan ke dalam cipta, yaitu menciptakan gambar orang dan dimasukkan ke dalam cipta, karena pandangan cipta bisa menurut sesuai corak kehendak ciptaannya.

Singkat kata, jika gambaran sang kekasih telah menjelma dalam pandangan cipta (pandangan batin), bolehlah gambaran tadi di rasai sepuas-puasnya, laksana pertemuan dalam alam nyata.

Maka akibat yang ditimbulkan, dapat menembus kepada rasa jiwa kekasihnya, walaupun ketika itu sang kekasih sedang tidur nyenyak, maka sang kekasih akan merasakan hal yang sama seperti dalam pertemuan di alam nyata, sehingga ketika itu bisa menimbulkan rasa cinta kepada si pencipta rasa itu.

Jika pihak lawannya itu memang ada rasa cinta, baik pihak wanita ataupun pria tentulah akan berakibat membikin pusing kepala. Hingga akhir yang diharapkan akan sampai pada jenjang pernikahan. Ilmu Asmaracipta juga bisa digunakan di saat ada halangan perpisahan bagi yang telah menikah karena sesuatu hal atau tugas menjalankan kewajiban hidup yang harus terpisah sementara waktu.

2.4. ASMARAWANITA

Adapun Asmarawanita, Asmara = kehendak, wanita = perempuan (Istri) dalam arti : “Menunjukan rahsa indah yang terdapat dalam tubuh seorang wanita.” Maka di sini akan di uraikan tanda-tanda yang menunjukan tanggal terbitnya, jalan pindah-pindahnya rahsa indah kepekaan rasa dari seorang wanita dalam tiap-tiap hari setiap bulannya.

Di dalam badan wanita, pangkal rahsa indah kepekaan rasanya  itu tidak tetap dan tidak hanya berpangkal dalam tempat yang tertentu saja, melainkan berpindah-pindah letaknya. Bagian sensitif itu akan berpindah-pindah mengikuti pengaruh peredaran bulan. Puncak rasa asmara wanita itu paling bergairah saat Bulan Purnama dan saat bulan mati. Karena menurut kodrat alam Bulan adalah sangat berpengaruh dan mengawasi kepada rasa perasaan manusia terutama wanita. Maka daripada itu, jika pada suatu waktu pengaruh sang bulan bertepatan atau mengenai pada bagian anggota tubuh manusia, maka tempat tersebut besar sekali rasa kepekaannya (sensitif) bila di raba agar menggerakkan dan mengobarkan rasa perasaan asmara yang dimaksudkan.

Karena hal itu telah ditetapkan oleh kodrat alam atau hukum alam, bahwa rahsa indah bagian sensitif dalam tubuh seorang wanita itu, tiap-tiap 24 jam berpindah-pindah, maka perlu sekali bagi seorang suami memahami berganti-gantinya letak kepekaan seorang wanita berdasarkan knop kalender yang berdasar peredaran bulan, bukan kalender yang berdasar peredaran matahari, untuk lebih jelasnya, letak kepekaan atau letak sensitif wanita; sebagaimana uraian di bawah :
Tanggal 1; terletak di bagian kepala seluruhnya – diraba dengan belaian lembut di antara dahi dan rambut.
Tanggal 2; terletak di bagian pusar (tengah perut) – ciumlah pusarnya, atau raba dan belailah (usap) dengan penuh perasaan.
Tanggal 3; terletak di bagian kedua pahanya, raba dan usap serta belailah terutama bagian dalam dari paha, tentunya dengan belaian lembut tanpa tekanan.
Tanggal 4; terletak di bagian dada (Anggota di atas perut) peganglah dadanya dengan mantap biar wanita merasa nyaman dan juga belailah pipinya.
Tanggal 5; terletak di bagian pucuk atau puting susunya, ciumlah dengan lembut serta digelitik dengan lidah ataupun juga digelintir dengan gigi seperti mengulum buah anggur (Tapi ingat harus dengan lembut penuh perasaan – jangan sekali-kali menimbulkan sakit).
Tanggal 6; terletak di bagian kedua bibirnya – ciumlah mulutnya dengan penuh gairah agar wanita merasa dirinya sangat dibutuhkan.
Tanggal 7; terletak di bagian antara kedua belah buah dadanya, rabalah dengan tangan, ingat dengan belaian lembut antara menyentuh dan tidak.. usapan lembut tentunya.
Tanggal 8; terletak di bagian birit; bukan pantat, peganglah dan dengan di tekan-tekan.
Tanggal 9; terletak di bagian paha bagian atas sampai pinggang, raba dan belailah bisa juga dengan ciuman lembut di bagian bawah pinggang.
Tanggal 10; terletak di bagian perut, rabalah agak keras perutnya.
Tanggal 11; terletak di bagian hidung, cium dengan lembut pipinya.
Tanggal 12; terletak di bagian atas- peganglah di atas tulang gandunya (Tulang walikat atau pinggang).
Tanggal 13; terletak di bagian puncak sebelah buah dada – dan rabalah kemaluannya (farjinya).
Tanggal 14; terletak di pantat bagian atas – rayu dan ajaklah bersanggama dengan rayuan dan perkataan lemah lembut serta di belai mukanya.
Tanggal 15; terletak di bagian paha bagian atas (di bawah tulang gandu) dan juga cium pipinya.
Tanggal 16; kembali seperti tanggal satu, dan untuk tanggal selanjutnya seperti urutan di atas.

2.5. ASMARAGAMA  (Sanggama)

Menurut uraian dalam Kitab Asmaragama, diterangkan bagaimana cara mengendalikan jalannya rasa; akan tetapi di sini terlebih dahulu untuk diperhatikan : Janganlah bersetubuh setelah makan, paling tidak 3 jam setelah makan, janganlah dalam bersetubuh memikirkan hal yang bukan-bukan. Lebih baik di saat itu memikirkan hal-hal yang positif. Pada saat ingin melakukan Asmaragama atau senggama, hendaklah konsentrasi mengendalikan serta memadamkan panca indranya, sedangkan ciptanya hendaknya konsentrasi dalam hal-hal keutamaan. Setelah 99% ketenangan di capai, barulah Sanggama dimulai.

Adapun sebelum melakukan bersetubuh, hendaklah duduk berhadapan muka, di tempat yang di rasa baik, yaitu di tempat tidur atau tempat lainnya yang di rasa aman. Segala keinginan harus dikendalikan, jangan sekali-kari merasa kurang cinta, takut, heran, benci kepada sesuatu atau orang lain. Tujukan kemauan keinginan itu ke pangkal kenikmatan yang sejati. Tunggulah hingga keduanya telah siap dan kuat betul keinginannya terutama kepunyaan laki-laki haruslah benar-benar telah siap dan menegang keras. Setelah itu, Kemudian peganglah tangan kiri wanita dengan tangan kanan, kemudian tangan laki-laki memeluk wanita, sambil mencium atau apa saja seperti uraian di bab sebelumnya,di atas, jangan tergesa-gesa. Hal ini hanya sebagai syarat untuk menambah birahi keduanya. Sementara itu harus dilakukan bersama-sama beranjak dari tempat duduk ke tempat berbaring, kemudian baringkan sepantasnya. Pakaian usahakan yang longgar agar tidak menghalangi.

Sesudah itu, renggangkanlah (buka)  kedua kaki wanita dan kedua tumit perempuan diletakan pada pangkal paha, yang seolah-olah untuk menyokongnya.

Adapun posisi laki-laki, dengan posisi berjongkok tegak berhadapan muka, dan jangan tergesa-gesa melakukannya bila belum siap betul. Jika telah benar-benar siap dan senjata laki-laki telah mengeras kuat, maka peganglah kepala kemaluan dengan  tangan kanan untuk dimasukan ke lobang kemaluan wanita dengan perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit, dan pelan agar wanita makin kuat birahinya. Adapun tangan kiri lebih baik dijadikan bantal di bawah kepala perempuan.

Perbuatan memasukkan senjata laki-laki ke dalam lubang perempuan, sebaiknya dilakukan oleh perempuan, yang mana membuktikan bahwa perempuan itu benar-benar cinta dan ingin sekali menikmati kenikmatan sejati itu.

Sesudah dapat masuk sampai pangkalnya, maka letak kaki berubah membujur yang lurus, perut di atas perut, dada lelaki di atas buah dada wanita, tetapi jangan terlalu menekan, sebisa mungkin dengan tekanan lembut dengan tekanan mengambang saja. Kemudian laki-laki mulai bekerja menarik dan memasukkan senjata laki-lakinya dengan cara diayun dengan pelan dan lembut seiring keluar dan masuknya pernafasan, yaitu di saat menarik nafas maka masukkan ke dalam dan di saat mengeluarkan nafas, tarikan keluar. Begitu berulang-ulang menarik dan memasukkan mengayunkan senjata itu dengan secara kesatriya yang selalu ujung senjata laki-laki itu ditujukan ke bagian atas agak ke kiri sedikit, agar mengenai tempat kenikmatan wanita yang sesungguhnya.

Menurut kebiasaan, tidak berapa lama akan keluar lendir yang berguna sebagai minyak pelumas. Ingatlah, ketika laki-laki mengeluarkan minyak serupa ini, maka perbuatan menarik dan memasukkan mengayun senjata harus selalu konstan, sehingga ketika tempat kenikmatan wanita yang sering tersentuh kepala senjata laki-laki, maka wanita akan merasa geli dan nikmat yang tiada terhingga. Hal demikian akan nampak pada rona merah di wajahnya serta rintihan lembut dan desahan nafas yang menggebu. Jika sudah demikian agar dipercepat keluar masuknya ayunan senjata dengan tekanan yang mantap. Dan biasanya wanita akan bertingkah yang seolah-olah membantu kerja laki-laki. Apalagi jika wanita tersebut adalah wanita yang telah berpengalaman dalam olah asmara, wanita itu mulai sejak awal permainan akan bersikap dengan tingkah yang luar biasa, sehingga proses persetubuhan bisa sangat memuaskan pihak laki-laki. Sehingga banyak laki-laki yang tergiur pada kepandaian perempuan pada saat olah asmara di banding pada elok dan cantiknya rupa, dalam hal pada keahliannya menyenangkan pria. Begitu sebaliknya, banyak wanita yang sangat mencintai laki-laki bukan karena ketampanan dan kekayaannya, akan tetapi disebabkan karena sangat pintarnya dalam melakukan olah asmara.

Sedangkan bagi wanita yang belum berpengalaman, maka ia akan malu untuk berbuat demikian yang disebabkan ia takut, jika disangka yang bukan-bukan, padahal aslinya dia ingin sekali bertingkah yang demikian itu.

Jika perempuan sudah menggelinjang dengan sangat hebatnya, diharapkan laki-laki mengimbanginya dengan jalan mempercepat dalam menggerakkan keluar masuk ayunan senjatanya dengan tekanan yang mantap. Dimana hal demikian akan menimbulkan rasa nikmat yang tiada tara di pihak perempuan sehingga erangan dan rintihan perempuan akan semakin hebat bahkan kadang ada pekikan kecil, dan jika diperhatikan akan nampak tanda bahwa wanita akan mengeluarkan air rahsa, dimana laki-laki harus waspada dan harus mengimbangi dan menuruti gelagat wanita yang demikian dengan cara makin mempercepat dan mengeraskan keluar masuknya ayunan senjata nya... sampai puncak kenikmatan di kedua belah pihak dapat tercapai bersama-sama.

PERINGATAN

Bila perempuan belum kelihatan tanda-tanda akan mencapai puncak kenikmatan dan pihak laki-laki akan mendahului keluarnya air mani sumber kenikmatan sejati, maka hentikanlah dahulu perlawanan dengan cara tetap di biarkan di dalam atau di bibir kecil kemaluan wanita, dengan dibarengi menahan nafas serta diiringi cumbu rayu atau kata hiburan yang indah kepada wanita, sehingga wanita tidak merasa kecewa atau hilang nafsu asmaranya. Sebab apabila laki-laki membiarkan saja keluarnya mani, maka sia-sia saja perbuatannya itu. Karena jika laki-laki telah mengeluarkan air maninya, maka laki-laki akan kehabisan tenaganya. Hal demikian tentunya sangat mengecewakan perasaan wanita dan jika wanita yang melakukan hubungan asmara tidak sampai kepada puncak asmara, maka wanita itu akan mengalami sakit di bagian pinggangnya.

Sebaiknya, diusahakan untuk bersama-sama mencapai puncak kenikmatan dengan di tandai keluarnya pancaran air mani laki-laki dan wanita, dan wanita akan memberi tanda denyutan-denyutan lembut yang menggigit kepala senjata laki-laki, sehingga keduanya merasakan kenikmatan yang luar biasa, yang tentunya dalam puncak rasa kenikmatan yang demikian jangan lupa batin selalu sadar bukan hanya puncak kenikmatan yang di harapkan akan tetapi juga sadar akan terjadinya biji manusia. Terjadinya biji manusia itu lebih mudah prosesnya jika keduanya keluar bersamaan. Bagi laki-laki yang waspada ketika puncak rasa kenikmatan dan pancaran air maninya sedang menyembur keluar dengan kuatnya yang jika air mani itu akan berhasil membuahi wanita, maka laki-laki akan melihat pancaran cahaya kehijauan atau kekuningan di antara kedua matanya, apabila seorang laki-laki mau berkonsentrasi untuk memperhatikannya.

Dengan tanda-tanda yang demikian, maka akan dapat diketahui jadinya anak yang akan di lahirkannya. Jika cahaya yang muncul, nampak kehijauan maka anak yang akan dilahirkan akan menjadi anak perempuan. Dan jika cahaya yang muncul berwarna agak kekuningan, maka anak yang akan dilahirkannya akan menjadi anak laki-laki. Selain tanda-tanda tersebut, juga juga ada tanda tanda lainya, yaitu apabila wanita yang lebih dulu sangat bernafsu saat melakukan sanggama, maka apabila menjadi anak, akan menjadi anak perempuan, sedangkan bila laki-laki yang lebih dulu bernafsu di banding perempuan, maka akan menjadi anak laki-laki.

Kembali pada topik sanggama, apabila wanita sudah sangat bernafsu dengan menggelinjang dan badanya kenyal serta irama rintihan dan erangan semakin merdu, disertai liarnya gerakan tubuhnya, maka laki-laki harus faham dan harus mengimbangi hasrat wanitanya dengan cara semakin mempercepat dan mengeraskan tekanan atau dengan cara menekan keras dengan tulang kemaluan pria dan digeser dengan goyangan melingkar seolah-olah akan di telan semua milik senjata laki-laki, tentunya boleh di tambah dengan dekapan, ciuman dan atau apa saja yang pantas, sehingga akan semakin menambah cita rasa dalam persetubuhan, dan jangan lupa selalu usahakan kepala senjata laki-laki di arahkan mengenai manik letak puncak kenikmatan wanita. Jika wanita telah benar-benar mendekati puncak kenikmatan, maka posisi wanita dirubah dengan posisi lipatan kakinya di luruskan dan dibujurkan dan kedua pahanya dirapatkan. Sedangkan pihak laki-laki pahanya diletakkan di atas paha wanita, perut di atas perut, dada di atas dada , dengan tungkai kaki berdiri tegak dengan ditopang oleh kedua ibu jari kakinya.

Jika telah demikian, maka wanita akan semakin merasa tidak tahan, menunggu-nunggu mengharap yang juga dapat dilihat dari tingkahnya yang semakin menggeliat mengerang merintih liar, dimana di saat itu air rahsa wanita mulai terayun yang tak lama lagi akan keluar.

Jika sudah demikian, maka pihak laki-laki harus menekankan senjatanya ke dalam yang ditujukan ke arah atas (peranakan) sehingga pangkalnya senjata masuk ke dalam bibir besar kemaluan wanita dengan memusatkan pancaindranya dan menghilangkan segala pikiran dan angan-angan kosong dimana pikiran harus selalu berada di pusat perhatian pada hal-hal yang utama seperti tersebut di atas.

Ada baiknya juga, di saat demikian laki-laki berbuat dan menggosok seluruh tubuh wanitanya dan sedikit menggigit bibir atas atau bawahnya.

Maka tidak berapa lama lagi, keluarlah air rasa sumber kenikmatan sejati seorang wanita dengan di tandai tubuh wanita itu akan kelihatan begitu letih, dengan roman muka yang agak kepucatan, dikarenakan seakan-akan tidak tahan menahan rasa nikmat dari puncak kenikmatan yang tiada bandingnya di atas segala puncak rasa kenikmatan yang ada. Atau tanda tanda lain yang bisa dirasa oleh laki-laki adalah ujung kemaluan laki-laki terasa di denyut-denyut dihisap oleh jepitan siput wanita yang tentunya akan menambah nikmat laki-laki juga.

Di saat puncak persetubuhan yang demikian, kerap juga ada seorang wanita yang mengerang, mengaduh menjerit dengan pekikan kecil atau yang lainnya yang disebabkan oleh rasa nikmat dan rasa puas yang luar biasa, yang mana laki-laki akan merasa kasihan yang luar biasa padanya, sehingga laki-laki akan merasa capai dan kadang hadir pula perasaan lainnya, dan pada saat itu di antara rasa tidur dan jaga atau ngantuk yang luar biasa, biasanya akan muncul cahaya mulia tersebut di atas.

Tata cara persetubuhan seperti ini adalah buat laki-laki yang berukuran sedang kemaluannya, sedangkan bagi laki-laki yang kemaluannya panjang juga dapat melakukan persetubuhan dengan cara ini, pada saat permulaan ketika tumit perempuan masih di pahanya, ketika menarik dan memasukkan senjatanya jangan terlalu dalam, yang mana bisa menyebabkan sakit di pihak perempuan. Atau untuk mengetahui hal ini sebaiknya di tanyakan kepadanya, jika perempuan merasa sakit maka terlalu panjanglah kemaluannya. Sebaliknya bila merasa kurang nikmat, maka senjata itu berukuran sedang atau pendek, akan tetapi harus selalu diingat!!! Selalu di tujukan ke arah atas agak ke kiri sedikit atau bisa juga di tanyakan kepada pihak wanita. Memang seharusnya kedua belah pihak harus saling terbuka dan saling berkomunikasi pada awal-awal masa pernikahan, sampai di temukan posisi, cara yang tepat agar keduanya bisa mencapai puncak asmara yang di dambakan.

Adapun cara bersetubuh bagi laki-laki yang kemaluannya (kelaminnya) terlalu pendek, jika memakai cara di atas, maka ketika puncak rasa akan dicapai, kedua kaki wanitanya tidak usah dibujurkan atau diluruskan ke bawah, biarkan tetap terbuka dan tumit wanitanya biarkan di pangkal pahanya. Lebih baik lagi ketika sudah mendekati puncak asmara, maka kaki wanita kedua-duanya di angkat ke atas seolah-oleh dipikul  di pundak laki-laki. Atau lebih sempurna lagi, jika sejak mulai awal sanggama, kedua kaki wanitanya di pikul di pundak laki-laki dari mulai awal persetubuhan sampai selesai. Ini berlaku bagi laki-laki yang terlalu pendek senjatanya .Akan tetapi, bagi laki-laki yang terlalu panjang senjatanya jangan melakukan cara seperti ini.

Adapaun tata cara bersetubuh bagi laki-laki yang terlalu panjang senjatanya ialah, terlebih dahulu duduk berhadapan, memegang tangan, memeluk, mencium dan lain-lain, tidak ada bedanya dengan cara-cara di atas. Sikap demikian ini hanya sebagai cara guna menambah gairah atau menguatkan saja agar benar-benar kokoh maka perlu dilakukan pemanasan seperti tersebut di atas, kemudian tangan kanan laki-laki dijadikan bantal bagi wanita dan diatur hingga posisi paling selaras.

Setelah senjata laki-laki masuk pada tempatnya, dan akan memulai mengayunkan senjatanya, maka luruskan kaki perempuan ke bawah hingga kedua pahanya benar-benar rapat, hingga senjata laki-laki terasa terjepit. Jika sudah demikian, maka mulailah mengayunkan senjata dengan cara memasukan dan menarik dengan diimbangi pernafasan seperti sudah dijelaskan di muka. Adapun soal mencium, membelai, meremas buah dada dan membelainya, bisa dilakukan dengan syarat dengan penuh perasaan dan tidak boleh kasar. Karena wanita adalah lembut dan penuh kelembutan. Bila wanitanya sudah mendekati puncak rasa, dengan di tandai erangan, rintihan, desahan dan tingkah polah yang menggelinjang-gelinjang (seolah-olah menggigil), maka laki-laki harus mengimbangi dengan cara mempercepat ayunan menarik dan memasukan senjatanya dengan sedikit di gosokan ke kanan dan ke kiri atau mirip dengan mengaduk minuman. Dengan demikian semakin hebatlah rintihan dan erangan wanitanya serta geliat tubuhnya sebagai tanda bahwa tidak lama lagi akan meledak dan terpancarlah puncak rasa, dimana laki-laki harus selalu mengimbangi gelora wanita yang telah bertingkah demikian hingga benar-benar sudah semakin dekat mencapai klimak, maka tekan dengan kuat senjata laki-laki ke dalam hingga pangkalnya memasuki bibir besar kemaluan wanita, dengan memusatkan pikiran dan pancaindra serta di pusatkan pada hal-hal yang baik dan utama, sampai puncak kenikmatan benar-benar telah dirasa oleh keduanya.

Sehingga jelaslah, bahwa sejak dari awal hingga selesainya bersetubuh, kedua kaki wanita harus tetap membujur lurus dengan merapatkan ke dua buah pahanya, sedangkan yang laki-laki dengan posisi dada di atas dada, perut di atas perut, sedangkan tangan kiri dijadikan bantal, sedangkan kedua kaki direnggangkan dengan posisi seperti katak yang akan meloncat.

Sedangkan bila persetubuhan dilakukan oleh laki-laki yang bentuk senjatanya sedang, maka sebaiknya pantat wanitanya di ganjal dengan bantal kecil ataupun lainnya, sehingga posisi kemaluannya agak terangkat lebih tinggi.

Akan tetapi bagi laki-laki yang bentuk senjatanya terlalu pendek,  maka dalam melakukan bersetubuh sejak mulai awal hingga selesai posisi kedua kaki perempuan di taruh di pundak laki-laki, sedangkan posisi laki-laki sedikit berlutut denga ditahan oleh tumitnya, atau setengah merangkak dan setengah berdiri pakai lutut, hingga bila dilihat dari samping sikap laki-laki mirip dengan sikap kucing sedang duduk.

Demikian sedikit uraian bersetubuh, sedangkan aturan dan tata cara lainnya bisa di pelajari sendiri, asal sepaham dan disepakati oleh kedua belah pihak, dan selalu diingat bahwa :
Usahakan keluarnya air rahsa puncak dari persetubuhan keluar bersama-sama antara laki-laki dan wanita.
Lurus atau tidaknya senjata laki-laki, yaitu bila senjata laki-laki bengkok ke kanan, maka ayunan tekanan ke dalam vagina diusahakan di belokan atau digeyolkan ke kanan, sebaliknya bila bengkok ke kiri, maka ayunan senjatanya harus di geyolkan ke kiri.

LARANGAN BERSETUBUH

Bersetubuh semenjak jaman purba hingga kini, adalah suatu adat yang termasuk kehendak Tuhan. Adapun kehendak Tuhan yang dimaksudkan adalah untuk memperbanyak keturunan, demi untuk menyembah Tuhannya.

Sehingga sudah jelaslah di sini, bahwa melakukan persetubuhan tidak diijinkan oleh-Nya hanya digunakan untuk permainan dan memuaskan hawa nafsu sexnya saja. Jika hal demikian tetap dilakukan, Tuhan akan memberikan peringatan berupa penyakit diantaranya : Druiper, Syangker, Syphilis, Raja singa, dan lai-lainya.

Jangan sekali-kali melakukan senggama memakai obat kuat, baik yang berupa tepung, pil, ataupun semacam minyak yang di balurkan di kepala atau seluruh kemaluan ataupun yang di minum. Yang kesemuanya itu bertujuan untuk memperlambat dan tahan lama keluarnya mani dan untuk menolak penyakit.

Perlu di ketahui, bersetubuh itu tidak usah dengan waktu yang lama, karena bukan dengan lamanya persetubuhan yang bisa memuaskan kedua belah pihak akan tetapi adalah kualitas dari persetubuhan itu sendiri. Orang bersetubuh yang tidak memakai aturan, walaupun dilakukan dengan waktu yang lama, tentulah tidak akan memuaskan dan akan terbuang sia-sia biji manusia, sebab mereka tidak saling mengerti pada masing-masing punya gelagat atau kehendak, untuk mencapai puncak kenikmatan.

Untuk lebih menambah wawasan, akan kami terangkan apa sebabnya orang di larang bersyahwat mempergunakan obat-obatan :
Mendorong perbuatan jahat, artinya, mereka lantas melakukan kegiatan sanggama dengan siapa saja, sebab mereka mengira walaupun melakukan dengan banyak orang yang bukan isterinya tidak bakalan diketahui oleh masyarakat karena tak dapat hamil.
Dapat menjadikan angkara murka terhadap persetubuhan, sebab orang yang bersetubuh memakai obat, tentu tidak bisa sepuas apabila dibanding yang dilakukan dengan cara biasa, sehingga semakin murkalah untuk selalu bersetubuh hingga bisa merusak mental dan badan mereka.
Mengganggu kesehatan badan dan otak, oleh karena disebabkan keluarnya air mani tidak sebagaimana mestinya. Sedangkan tenaga yang dikeluarkan adalah tenaga pulasan yang sebetulnya tidak sepadan dengan kekuatan asli dirinya yang tentunya berakibat merusak badannya sendiri.
Sedangkan larangan bersetubuh lainnya, adalah sebagai berikut :
Janganlah sekali-kali melakukan persetubuhan apabila salah satu pihak sedang terganggu kesehatan badannya, ataupun jiwanya sedang sedih, khawatir, taut dan lain-lainnya. Hal ini akan berakibat buruk bagi keturunannya.
Usahakan jangan melakukan persetubuhan pada siang hari (biji dalam keadaan cair), dan waktu terbaik untuk bersetubuh adalah diantara pukul 12 hingga pukul 2 malam, sampai kira-kira hampir pagi, karena di saat itulah keduanya jiwanya dalam keadaan tenang, tenteram, hawa dingin dan sunyi untuk lebih mempermudah konsentrasi.
Jangan bersetubuh dengan wanita yang sedang berpuasa atau wanita yang tidak makan dalam tempo yang lama, dan jangan bersetubuh dengan wanita yang habis makan, karena bisa menyebabkan serangan jantung.
Djangan setelah bersetubuh langsung mencuci kemaluan ataupun di sapu dengan dengan pembersih, tunggulah beberapa saat. Karena hal demikian dapat menyebabkan penyakit kanker dan bila menjadi anak, maka akan menjadi anak yang dungu.
Diusahakan janganlah bersetubuh dengan wanita yang lebih tua dari umur laki-laki, karena dapat menimbulkan cepat berkurangnya zaad, jika tidak berobat atau mengkonsumsi suplement untuk mengembalikan zaad yang terserap.
Jangan bersetubuh sambil mandi atau selepas mandi, dan juga sedang mengeluarkan darah atau sedang nifas atau pun juga karena baru sembuh dari penyakit diare, karena bisa menimbulkan penyakit dalam atau pun bila darah perempuan masuk ke dalam kemaluan laki-laki bisa menimbulkan berbagai macam penyakit, dan bagi perempuan saat yang demikian tidak akan dapat merasakan kenikmatan.
Suatu ajaran yang di ajarkan oleh K.N. Muhammad saw, kepada Sayidina Ali, dilarang bersetubuh dengan memandang kemaluan seorang perempuan, karena dapat menyebabkan muka mudah berkerut, atau jika yang di lihat bagian dalamnya bisa menyebabkan anak keturunannya menjadi buta.

Jatuhnya biji juga akan berpengaruh pada kelahiran seorang anak. Karena dalam ilmu perbintangan ataupun Ilmu Weton Jawa (Perbintangan Jawa), karena saat jatuhnya biji akan mempengaruhi saat kelahiran seorang anak. Ini bisa di pelajari pada buku-buku yang ada.

2.6. ASMARATANTRA

Yang disebut Asmaratantra adalah  Asmara = Senang sekali; Tantra = mantra atau seribu atau semuanya. Sehingga yang dimaksud di sini adalah melakukan persetubuhan dengan 1 (satu) orang dapat dirasakan oleh semua orang yang pernah di setubuhi. Hal ini bisa terlaksana dan hanya bisa terjadi dengan teraturnya rahsa serta terlaksananya cipta.

Di saat mulai bersetubuh dengan seseorang, haruslah mengheningkan cipta, kemudian menarik rasa bersetubuh (rahsanya sendiri) disatukan dengan cipta, kemudian menciptakan sifat-sifat wanita yang akan diberi bahagia dari rahsanya bersetubuh tersebut. Dan jika telah terwujud dalam cipta gambaran wanita yang di cipta seperti dalam ilmu Asmaracipta, kemudian setubuhilah semua wanita yang telah muncul dalam cipta, sampai dengan keluarnya rahsa nya sendiri. Dengan kekuatan cipta; maka rasa nikmat bisa di kenakan atau ditujukan kepada semua wanita yang telah ada dalam rasa ciptanya, sehingga rasa kenikmatan besetubuh tersebut dapat dirasakan sama persis rasanya kepada semua wanita yang telah di cipta dalam pikirannya.

Jika telah bisa menguasai jalannya Asmaratantra, rasa nikmat bersetubuh bisa dirasakan sampai oleh 100 orang wanita. Dengan melakukan persetubuhan dengan satu orang wanita, rasa nikmatnya bisa dirasakan oleh 100 hingga 1000 orang. Kisah demikian di ceritakan dalam kisah wayang dalam cerita Sri Arjunasasrabahu yang mempunyai istri sebanyak 800 orang wanita. Kisah Harjuna ketika menjadi raja di Kaendran, para bidadari yang berjumlah 7 dapat terkena rasa semua, karena harjuna sangat menguasai Asmara 6 tahap sebagaimana tersebut di atas.

Di dalam Kitab Panitisastra (karangan Empu Widdhayaka) diterangkan perbandingan antara laki-laki dan perempuan adalah 1/8 untuk laki-laki dan 8/8 untuk perempuan. Ini berlaku untuk hal makan dan dalam hal pekerjaan, bahwa perempuan adalah lipat delapan di banding dengan laki-laki. Begitu pula tentang senggama juga lipat delapan. Dewi Drupadi bersabda : Tidak ada perempuan yang akan mendapatkan kepuasan dari laki-laki. Mengetahui hal tersebut, maka Harjuna bertekad untuk mendapatkan cara agar bisa memuaskan perempuan, hingga akhirnya Harjuna mendapatkan kesaktian berupa Pusaka Mantra yang bernama Asmaragama, dimana ilmu ini adalah suatu ilmu untuk bagaimana caranya agar laki-laki bisa memuaskan hasrat asmara wanita.

Sedangkan yang dimaksud ucapan Dewi Drupadi bahwa tidak ada laki-laki yang bisa memuaskan wanita, itu hanya peribahasa saja. Sedangkan makna sesungguhnya adalah bahwa laki-laki adalah badannya rahsa sedangkan wanita adalah tempatnya rahsa. Rahsa itu tempatnya di perut. Jadi maksud yang di kandung adalah : Tidak ada Rahsa yang dapat memuaskan perut, karena rahsa (Umpama rasa dari makanan), itu bukan berupa barang ataupun benda seperti air, ataupun makanan lainnya; akan tetapi rahsa lebih bersifat kehalusan yang hanya lewat sekejap di lidah yang kemudian berjalan melalui tenggorokan, maka habislah sudah. Demikian sekedar gambaran tentang rahsa.

Sehingga dengan demikian, sangat tepat perumpamaan bahwa perempuan tidak akan dapat terpuaskan oleh laki-laki. Di sini dapat diterangkan bahwa laki-laki adalah badan wadagnya atau alat, bahwa semua alat untuk melakukan asmaragama itu semua adalah wadag. Wadag atau ujud atau benda tidak akan bisa mengenai rasa, sebab rasa bukan wadag. Dengan demikian wadag laki-laki tidak akan dapat memuaskan rasa perempuan; maka RAHSA-lah yang akan memuaskan RASA, Sifat laki-laki hanya sebatas alat atau syarat membuka rasa perempuan, terbuka dan terkenanya rasa perempuan oleh alat atau senjata laki-laki itu yang dapat memuaskan, sehingga lebih tepatnya kepuasan wanita dapat terjadi setelah rasa perempuan tergerak dan bergerak karena tertarik dan terkena senjata laki-laki hingga terjadilah rasa kepuasan perempuan.

Ada juga cara Asmaratantra yang tidak melakukan senggama secara nyata, dan nilainya lebih tinggi dari pada yang telah tersebut di atas, yaitu tidak dengan jalan bersetubuh menggunakan badan kasar, hanya dengan menggunakan daya cipta saja sudah dapat memuaskan wanita. Kekuatan cipta yang demikian dengan menggunakan bacaan mantra ketika cipta sudah terpusat, yang berbunyi :  Aku berniat memadu ajiku Amaratantra, cipta ku yang telah ku persatukan sebulat-bulatnya, dapat menarik khasiatnya pengaruh yang tersembunyi di dalam diriku” (Bersamaan dengan bacaan mantra ini, ujung jari tengah tangan kiri, maraba kemaluan sampai ke tulang ekor) Ku padu sehingga mesra di dalam cipta ku, cipta ku ku padu sehingga mesra dengan rasaku, rasaku mesra dengan rasa mereka itu yang berada di dalam kekuasaan cipta ku (mereka yang sifat-sifat dan gambaran wajahnya telah tercipta dan telah nampak sifat-sifat dan wajah  ciptaan itu di dalam cipta), rasa mereka mesra dengan rasa ku, aku dan mereka serasa, rasa kita ya rasa Tuhan.

Asmaratantra, bagi laki-laki yang hanya beristri satu pun ada gunanya. Hal demikian dikarenakan adakalanya baik laki-laki ataupun wanita dalam berkeluarga ada saat harus terpisah karena keadaan. Jika hanya satu atau dua hari tidak ada masalah. Akan tetapi bila perpisahan itu sampai berminggu-minggu atau berbulan-bulan, disinilah pentingnya Ilmu Asmaratantra tersebut, agar tidak sampai tejadi perselingkuhan ataupun perzinahan.

Sehingga jelaslah bahwa Ilmu Asmaratantra adalah satu-satunya ilmu yang bisa mendampingi  (selain keimanan yang kuat) serta bisa membuat rumah tangga semakin bahagia karena kebutuhan biologis nya selalu dapat terpenuhi. Karena dorongan kebutuhan biologis, sangatlah kuat sekali, andai tidak dapat terpuaskan maka akan berakibat tidak baik.

Demikian yang bisa saya sampaikan, dengan segala keterbatasan dan kekurangan saya, kiranya untuk dapat di maafkan.

Sumber:
KITAB ASMARAGAMA, terbitan Sadubudi – Solo – tahun 1956.

http://bukuj.blogspot.com/2013/07/rahasia-ilmu-sex-jawa.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar